Sericulture

Ok I wanna share about somethings that I do in my university. I do take some Pest studies . Here I study about silkworm and I made a research in Sericulture... so if you wanna copy - paste it, don't forget to take this journal as your source in DAFTAR PUSTAKA  ...ok? :)


PENDAHULUAN


Sericulture berarti budidaya ulat sutra yang mana hasil akhirnya akan 
menghasilkan sutera. Sutra kata terdengar mewah dan kelas. Sampai
hari ini, tidak ada kain lain yang dapat menandinginya dalam kilau dan keanggunannya. Sericulture dibudidayakan di Karnataka, Bengal,
Tamil Nadu, Andhra Pradesh, Jammu & Kashmir, Gujarat, Kerala,
Maharastra, Uttar Pradesh, Rajastan, Bihar, Orissa dll.
Selama masih ada keinginan dan kebutuhan  manusia akan pakaian sutra ,maka   kegiatan Sericulture akan tetap berlanjut. Sutra adalah ratu tekstil dan
secara alami diproduksi dari  serat hewan.
Sericulture merupakan industri kuno yang sudah ada di India sejak abad kedua SM. Sericulture memiliki sejarah panjang dalam melewati periode kemakmuran yang besar serta penurunan juga. Sericulture melibatkan pertanian, seni dan industri; pemeliharaan ulat sutra adalah seni di tangan orang-orang pedesaan; reeling dari sutra dari kepompong yang dibentuk oleh cacing adalah sebuah industri
berbeda keuangan investiments. Sericulture ilmiah adalah tempat pertemuan antara pertanian dan seni, seni dan industri, kuno budaya dan peradaban, orang kaya dan orang miskin itu mencerminkan saling ketergantungan ini.
Sericulture adalah nominal industri rumahan unggulan. Ini adalah salah satu sektor yang paling intersive  membutuhkan tenaga kerja dan sangat membantu perekonomian India karena menggabungkan kedua sektor perekonomian yakni pertanian dan industri, yang menyediakan sarana mata pencaharian untuk bagian besar penduduk .Ini adalah salah satu investasti di sektor pertanian yang memberikan hasil dalam 30 hari. Selanjutnya kami akan membahas mengenai budidaya ulat sutera tersebut (Sericulture).  


BUDIDAYA ULAT SUTERA

 Klasifikasi Ulat Sutera Bombyx mori L. 
Kingdom : Animalia 
Filum : Arthropoda 
Sub Filum : Mandibulata 
Klass : Insecta 
Sub Klass : Pterygota 
Ordo : Lepidoptera 
Family : Bombycidae 
Genus : Bombyx 
Spesies : Bombyx mori L.
Morfologi Ulat Sutera







 Gambar 1.1 Ulat sutera Bombyx mori L. instar V; A. Thorax (dada) 
B. Abdominal segment (segmen perut) C. Crescent D. Eye spots (mata) 
E. Head (kepala) F. Caudal horn (ekor) G. Thorax legs H. Spiracles 
I. Stars spots J. Abdominal legs K. Caudal legs
Bentuk tubuh ulat terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu kepala, thoraks, dan abdomen. Ulat sutera yang biasa dipelihara mempunyai bintik hitam kecoklatan yang disebut bintik mata. Karena penempilannya, kebanyakan orang yang melihat ulat ini untuk pertama kali mungkin salah, menganggap bintik mata sebagai mata, dada sebagai kepala, dan kepala sebagai mulut.


1. Kepala
Kepala ulat sutera meskipun kecil memiliki struktur yang kompleks. Di bagian kepala terdapat sepasang antena yang merupakan organ syaraf/perasa. Antena ini terdiri dari 3 segmen pendek. Di pangkal antena ada sepasang mandibula (rahang) bersebelahan yang bergerak ke sisi untuk mengigit daun murbei. Mulut ada diantara mandibula, daun yang digigit masuk melalui bagian ini. Ada satu lingkaran kecil di pusat dibawah mulut, yaitu spineret. Spineret adalah tempat keluarnya filamen sutera. Filamen sutera keluar dari lubang yang ada diujung spineret tersebut. Pada kedua sisi spineret ada sepasang organ yang nampak seperti antena kecil yang disebut maksilla yaitu organ perasa yang berfungsi untuk mengidentifikasi makanan. Disisi yang lain pada dasar antena, ada 6 pasang lingkaran kecil berbentuk setengah bulatan, yaitu mata. Mata pada ulat sutera tidak seperti mata majemuk (pada ngengat), melainkan ocelli atau mata tunggal yang tidak mengenal bentuk dari objek yang nampak, tetapi hanya bisa melihat antara terang dan gelap. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:







2. Dada (Thoraks) dan Perut (Abdomen)
Tubuh ulat sutera terdiri dari 13 segmen. Dibagian paling depan adalah kepala yang dibungkus kulit keras yang berwarna hitam kecoklatan. Selanjutnya ada 3 segmen berurutan, ketiga segmen tersebut tersusun berurutan yaitu prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks.Sembilan segmen terakhir disebut abdomen. Segmen ke 3,4,5,6 dan segmen terakhir masing-masing mempunyai sepasang kaki, yang disebut kaki abdomen. Kaki abdomen terakhir yang paling besar disebut kaki kaudal. Kaki abdomen tidak mempunyai segmen dan disebut proleg. Sedangkan tanduk yang ada pada segmen ke-8 disebut tanduk kaudal. 








3. Perbedaan antara Larva (ulat) Jantan dan Betina
  





Dapat dilihat pada gambar diatas, larva jantan mempunyai 1 titik dari kelenjar Herold pada abdomen perbatasan antara segmen ke-11 dan 12, sedangkan larva betina sepasang bintik kecil pada bagian abdomen segmen ke-11 dan 12. Bintik-bintik tersebut disebut kelenjar Ishiwata depan dan kelenjar Ishiwata belakang. Waktu yang paling tepat untuk membedakan kedua jenis kelamin adalah pada awal instar V, tepat setelah ganti kulit yang ke-4. Akan tetapi karakteristik ini sulit dilihat dengan mata biasa, oleh karena itu identifikasi hanya dilakukan oleh para ahli.
Daur Hidup Ulat Sutera
Ulat sutera adalal larva dari serangga yang termasuk ordo Lepidoptera yang mengalami metamorfosa sempurna.  Siklus hidup ulat sutera diawali dari telur, kemudian menetas menjadi ulat, pupa dan akhirnya menjadi kupu yang siap bertelur lagi.  Selama menjadi ulat, merupakan masa makan dan terjadi 4 kali pergantian kulit.
















Sebelum terjadi pergantian kulit ulat sutera dinamakan instar 1, instar 2, instar 3, instar 4 dan instar 5,  dan ulat sutera sama sekali berhenti makan, saat ini dinamakan masa tidur atau masa istirahat.  Setelah instar 5 berakhir ulat mengokon untuk berubah menjadi pupa.  Selanjutnya pupa berubah menjadi kupu dan siklus akan berulang dimulai lagi dari telur.
Salah satu ciri-ciri kupu-kupu berkelamin jantan adalah fisiknya lebih kecil dibanding kupu-kupu betina. Tugas kupu-kupu jantan adalah membuahi sang betina. Sedikitnya butuh waktu dua jam untuk perkawinan yang produktif. Usai pembuahan, enam jam kemudian kupu-kupu betina bertelur. Setiap kupu-kupu betina biasanya mampu bertelur hingga 500 butir. Namun, siklus hidup ulat betina lebih pendek. Sedangkan ulat jantan mampu kawin hingga tiga kali, sebelum akhirnya mati.
Daun untuk ulat kecil adalah daun yang diambil dari kebun murbei yang telah dipangkas 1 bulan sebelumnya. Pengambilan daun sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari untuk menghindari kelayuan dan diambil sesuai dengan kebutuhan saja. Untuk masing-masing instar diperlukan daun yang berbeda-beda. Untuk instar I diperlukan daun ke 4 – 5 dihitung dari pucuk terpanjang, instar II daun ke 5 – 6 sedangkan untuk instar III diambil dari daun ke 7 – 8. pengambilan daun dari kebun dilakukan dengan cara memetik atau mewiwil sesuai dengan instar ulat kecil. 



Langkah – langkah dalam budidaya Ulat Sutera :
Pengambilan daun untuk ulat kecil
Daun murbei yang diambil dari kebun, sebelum diberikan pada ulat kecil harus disimpan di tempat yang bersih dan terlindung. Penyimpanan dapat menggunakan keranjang atau di lantai. Susun daun pada posisi tegak dan tidak terlalu rapat kemudian tutup dengan kain supaya daun tidak cepat layu. Untuk menjaga supaya daun tetap segar, maka jaga kelembaban tetap tinggi dengan menciprati lantai dengan air dan jangan membasahi daun dengan menyiram.
Pemberian makan
Daun murbei , sebelum diberikan sebagai pakan terlebih dahulu harus dirajang untuk memudahkan ulat makan. Ukuran rajangan berbeda untuk maing-masing instar. Ukuran rajangan untuk instar I adalah 0,5 cm – 1 cm, instar II berukuran 1 – 2 cm, sedangkan untuk instar III ukuran rajangan 2 – 3 cm.

Ukuran rajangan daun murbei

Berikan rajangan daun murbei secara merata dalam jumlah yang cukup. Untuk menghindari daun murbei cepat kering, maka sasag tepat ulat ditutup kertas setelah pemberian makan. Berikan pakan 3 – 4 kali sehari yaitu pagi, siang, sore dan malam hari. 
Petunjuk pemeliharaan 1 box ulat sutera kecil (25000 ekor). 
Pemberian makan terakhir pada tiap instar harus dilakukan setelah 90% dari ulat itu istirahat.  

Desinfeksi tubuh ulat sutera
Pada waktu ulat tidur dan ganti kulit, ditaburkan di atasnya campuran kapur dan formalin 0,5%, dan biarkan tidak ditutup agar kondisi sekitar ulat kering. Hindari dari goncangan, tiupan angin dan suara yang keras. Selesai ganti kulit pada instar berikutnya lakukan desinfeksi seperti pada waktu ulat tidur.

Desinfeksi tubuh ulat
Pembersihan dan perluasan tempat 
Daun-daun yang tidak dimakan ulat kalau dibiarkan akan terus menumpuk, akibatnya akan mengganggu pada pertumbuhan ulat sutera. Agar kotoran ulat dan sisa daun tidak menjadi sumber penyakit maka perlu dibersihkan. Pada instar I, tempat ulat dibersihkan satu kali pada saat ulat bangun tidur, sedangkan instar II dan instar III dibersihkan sebelum ulat tidur.

Memasang jaring
Pembersihan dilakukan dengan cara memasang jaring pada sasag tempat pemeliharaan ulat. Selanjutnya di atas jaring diberi daun murbei yang baru. Setelah semua ulat naik ke atas jaraing untuk makan, jaring diangkat dan dipindahkan ke tempat lain. Kotoran ulat dan sisa daun yang tertinggal dibersihkan lalu dibuang ke tempat yang jauh. 

Perluasan tempat ulat
Sesuai dengan perkembangan ulat, tempat ulatpun harus selalu diperluas. Perluasan harus dilakukan dengan hati-hati dan pada waktu yang tepat. Perluasan ulat jangan dilakukan sekaligus untuk menghindari banyaknya ulat yang hilang. Apabila ulat tidak dapat diperluas pada satu tempat, maka pindahkan ulat pada tempat yang lain.

Pemeliharaan Ulat Besar
Pemeliharaan ulat besar dilaksanakan pada instar IV dan instar V. Kedua instar ini secara fisiologi sangat berbeda satu sama lainnya. Instar IV lebih dekat pada ulat sutera kecil, maka pemeliharaan dititik beratkan pada menjaga lingkungan yang bebas penyakit, suhu dan kelembaban yang sesuai, pemberian pakan yang cukup dan bergizi.
Pada instar V merupakan fase terpenting pemeliharaan ulat sutera, karena pada fase ini pertumbuhan kelenjar sutera berjalan cepat. Keperluan daun murbei untuk pakan hampir 90% dihabiskan pada instar V, sehingga daun murbei harus dimanfaatkan seefisien mungkin.
Ruang pemeliharaan ulat sutera
Pemeliharaan ulat sutera besar dapat dilakukan di bangunan khusus, yang tata letak ruangannya diatur sedemikian rupa. Bangunan pemeliharaan pada dasarnya harus mempunyai 3 ruangan yang masing-masing berbeda kegunaannya. Ruang tersebut adalah ruang pemeliharaan, ruang penyimpanan daun murbei, dan ruang penyimpanan peralatan pengokonan. Dimana ruang penyimpanan daun harus terlindung dari angin dan panas matahari serta terpisah dari ruang penyimpanan peralatan pengokonan.

Skema bangunan pemeliharaan ulat besar








Sifat ulat sutera besar berbeda dengan ulat kecil, ulat besar menghendaki suhu dan kelembaban yang lebih rendah. Sehingga suhu perlu diatur pada 230 C – 240 C dan kelembaban 75%.

Pembersihan dan desinfeksi ruang dan peralatan
Sebelum pemeliharaan ulat besar, seperti halnya pada pemeliharaan ulat kecil perlu dilakukan pembersihan dan desinfeksi ruang dan peralatan yang akan dipakai. Cara pelaksanaan pembersihan dan desinfeksi sama seperti pada pemeliharaan ulat kecil. Desinfeksi dilakukan paling lambat 2 hari sebelum pemeliharaan ulat besar dimulai. Di samping itu juga harus selalu tersedia larutan desinfeksi untuk kaki dan tangan. Cara disinfeksi sama seperti pada desinfeksi ulat kecil.

Peralatan dan bahan
Peralatan dan bahan-bahan yang penting dalam pemeliharaan ulat besar adalah rak pemeliharaan, gunting stek, golok, sasag, lembaran plastik, ember, jolang, kain blacu, jaring, alat pengokonan, kapur, kaporit dan formalin.

Tanaman murbei untuk ulat besar
Daun murbei untuk pakan ulat besar dibutuhkan yang kandungan airnya rendah dan gizinya tinggi. Untuk mendapatkan daun tersebut tanaman murbei harus dipangkas 3 – 4 bulan sebelum pemeliharaan ulat dan melakukan pemupukan yang cukup. Di samping itu juga harus dilakukan pengendalian hama dan penyakit, cara panen yang benar dan penyimpanan daun murbei yang telah dipanen dengan baik. Kegiatan tersebut dilakukan, selain untuk meningkatkan produksi daun murbei juga untuk mempertahankan supaya daun tetap bergizi tinggi.



No comments:

Post a Comment